Jejaknya Orang Kuliah

Waktu itu Jumat keduanya Desember. Tanggal muda karena kemarinnya baru masuk bulan baru. Juga tanggal istimewa karena hari itu bertepatan dengan aksi damai 212. Hari itu juga hari yang mendung. Jemuranku di bambu-bambu panjang yang bertumpuk dengan pakaian orang lain masih lembab tadi pagi padahal kupikir angin malam bisa keringkan baju-baju dengan baik. Kira-kira sudah seminggu matahari tidak bersinar dengan riang, banyak awan tebal besar-besar yang mengganggunya. Tapi yang namanya kuliah tidak harus menunggu mendung pergi atau matahari terik. Jumat pagi berarti saatnya Bahasa Indonesia!

Jadwal pertama (dan satu-satunya) di hari itu ya Bahasa Indonesia di kelas 1.02 jam 7 pagi. Itu sebenarnya kelas responsi, jadi lebih lama pulangnya. Beda kalo kelas kuliah yang bisa cuma lima puluh menit. Kaget? Jangan, karena itu betulan terjadi. Sebagian orang mungkin memanjatkan puji serta syukur, hahaha. Ada juga yang membatin, apa rasa kuliah cuma segitu. Dan sisanya netral tanpa perasaan, hehe.

Pak Dosenku sampai di kelas lebih awal (tapi aku bisa lebih awal beberapa kali :D). Materi minggu ini tentang pembuatan makalah. Setiap kuliah pasti dibantu slide untuk memperjelas materi. Kadang isinya betul-betul hanya poin tapi bisa juga berupa paragraf yang pantasnya ada di buku saja. Nah kadang juga penjelasan dosen yang terlalu cepat tidak bisa imbang dengan apa yang harus ditulis. Jadilah… beberapa kali slide hanya bisa diambil fotonya. Kepepet.

Materi minggu ini dimulai. Padahal baru di slide awal, Pak Dosen segera mengimbau penghuni kelas: boleh mencatat apa yang ada di slide atau cukup menuliskan poin-poin penting, lakukan apa saja kecuali mengambil foto. Akhirnya kami hanya menulis. Dan tahukah apa alasan beliau melarang kami memotret slide di depan?

Menulis itu punya manfaat secara psikologis. Menulis berarti menghargai ilmu, bisa juga mengulang-ulang apa yang sudah dipelajari. Menulis membuat itu semua terekam dengan baik. Memotret slide? Itu bisa mengurangi makna belajar, makna kuliah. Lagi pula kalau kalian mau segampang itu, untuk apa hadir di kelas perkuliahan? Kalau mau segampang itu kenapa tidak memilih kuliah jarak jauh? Kalau mau semudah itu kenapa kalian susah-susah datang pagi-pagi ke kelas ini? Kalau gaya belajar kalian seperti yang selama ini: meminta slide dari dosen dan hanya mengandalkan foto-foto untuk belajar, untuk apa kalian disebut mahasiswa?

Nah, begitu kata Pak Dosenku, dosen Bahasa Indonesia kami di kelas T03 responsi dua. Kata-kata beliau segera masuk telinga kanan, merayap menuju gendang telinga, masuk ke saraf, dan sampai di otak untuk diproses. Kata-kata itu langsung menyebar ke hati dan diterima. Kami sekelas tidak berani foto-foto slide di depan.

Bagiku, belajar dengan memotret adalah sebuah cara belajar yang sudah maju. Kita kan sudah tiba di zaman ketika buku tidak lagi harus berupa kertas yang harus dibolak-balik saat membacanya. Zaman kita hidup ini berisi penemuan yang memungkinkan buku hanya perlu disentuh dari layar kaca supaya kita bisa tahu apa yang selanjutnya tertulis. Itulah electronic book. Aku pun menyukai cara belajar seperti ini–meskipun tidak selalu kulakukan. Tapi apa pun perubahan di dunia pasti memiliki dua sisi yang berbeda: baik dan buruk. Kurangnya catatan–yang memang tidak pernah diwajibkan–bisa jadi kurangnya kemauan untuk ribet-ribet dalam belajar. Aku sih begitu. Salah satu teman kelasku juga setuju dengan perkembangan dalam dunia catatan kuliah. Bagaimana dengan orang lain? Entahlah, makanya kukatakan bisa jadi.

Bisa jadi-nya lagi, Pak Dosen mau kelas kami ini punya catatan akhir kuliah 😀 . Bukan yang dibuat jadi film, tapi betulan catatan yang isinya coret-coretan pulpen biru atau hitam, juga bisa ringkasan dengan tulisan warna-warni.

Jadi bagaimana sekolahmu, kuliahmu?
Seperti apa jejak-jejak belajarmu?

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s