Lontara Rindu

Ada satu buku yang saya dapat di perpustakaan. Buku itu yang memenangi lomba novel republika 2012 dan memperoleh juara pertama. Penulisnya S. Gegge Mappangewa. Membacanya seperti naik kapal, tiba di pelabuhan, dijemput keluarga, dan pulang ke kampung.


Asrama dingin, itu membuat saya ingat rumah itu. Tempat berkumpul ketika maghrib tiba menandakan waktu berbuka. Juga ketika selesai shalat hari raya, di sana tempatnya banyak makanan dan bocah-bocah lari-lari. Dingin ini membuat saya ingat rumah itu dan lembar-lembar sengnya yang menjelma atap dan dinding.

Beberapa hari lagi Ramadhan tiba. Ia ada dalam perjalanan, semoga kita bisa berjumpa dengannya. Tinggal menghitung hari dan saya masih terus menunggu kabar dari Bapak. Itu adalah perintah berkemas: ayo kita pulang.

Pada awan yang terbang rendah melewati Kota Daeng atau angin lewat akan menyusul ke Bandara Hasanuddin, saya titipkan pesan untuk rumah di sana: tunggu saya pulang.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s