Tentang Kepo

Siang tadi saya janjian dengan teman. Ceritanya itu saya meminjam bukunya beberapa hari lalu. Maka hari ini, dihantui oleh bayang-bayang kuis besok hari, saya memutuskan mengembalikan buku itu. Empunya pasti harus belajar malam ini. Janjian, janjian, dan akhirnya saya menyuruhnya diam saja di kosan. Saya yang akan datang mengembalikan karena sayalah pelakunya. Nanti malam saja, begitu kata saya. Karena setelah maghrib saya tidak akan bisa. Dia setuju.

Tapi pada akhirnya dia bertanya juga, memangnya ada acara apa? Kepo nih.

Kepo amat deeeh.
Pengen tau aja atau pengen tau banget?
Betulin urusan sendiri dulu, baru ngurus orang lain.

Banyak yang bisa dijawab dari kata-kata kepo. Banyak tanggapan yang bisa dikatakan supaya orang lain tidak lagi kepo. Banyak. Banyak.

Tapi apa itu ada gunanya? Apakah kepo selamanya karena ingin mengurus kepentingan orang lain?

Saya jadi ingat kalimat-kalimatnya Bu Sri. Ini betulan tentang kepo. Entahlah, waktu itu beliau mengalami langsung sebuah peristiwa atau memang sedang menyoroti fenomena risih saat dikepoin.

Kepo itu, kata beliau, sebetulnya cara untuk peduli pada orang lain. Kepo menjadi tanda bahwa yang bertanya ingin tahu tentang orang yang ditanya. Dengan kata lain, kepo adalah bukti perhatian. Jadi jangan malu menjadi orang yang kepo dengan keadaan orang lain. Pun sama nasehatnya, jangan cepat risih atau merasa enggan menjelaskan saat orang lain kepo tentang kita.

Oya, teringat juga saya tentang kutipan dari novel Tere Liye. Ini tentang seseorang yang sering dimarahi. Dalam kutipan itu, orang yang dimarahi akan mencari saat momen-momen galak orang itu sudah hilang. Orang yang tadinya jengkel saat dimarahi bisa-bisa berbalik mencari marah yang dulu dibencinya. Itu karena dia merasa terbiasa.

Hati-hati menilai buruk pada orang yang kepo. Bisa jadi besok, lusa, minggu depan, berganti tahun, kita malah merindukan dikepoin karena mereka yang dulu kepo diusir jauh-jauh.

Kepo (knowing every particular object) adalah bentuk perhatian. Tentunya dengan kadar yang sesuai, ya ūüôā

Iklan

Tentang Rumah

Kemarin saya datang tepat waktu di kelas Botani Umum. Sungguhan tepat karena Bu Dosen kami sudah ada di depan, duduk menghadap laptop yang siap disambungkan ke proyektor. Satu orang sedang tampil di depan memimpin doa. Tapi sebelum berdoa, ada pengantar yang dikatakan.

Ini masalah rantau. Masalah orangtua. Masalah bakti. Masalah kuliah.

Apa saya selalu menyapa orangtua sebelum kuliah? Apa saya sering bercerita tentang pengalaman seharian? Apa saya selalu inisiatif menelepon sebelum tidur?

Dua puluh empat jam hidup ini sekarang jauh dari rumah. Jika bisa disebut rantau, pertanyaannnya adalah apakah rantau telah menjadikan saya asing bagi Mamak dan Bapak? Mendoakan-yang visa jadi kegiatan paling mudah-pun jarang dilakukan. Sibuk. Entah untuk apa.

Jadi ingat rumah. Jadi ingat teh dan biskuit di atas meja lipat. Jadi ingat dapur yang ada suara Mamak goreng lele.

Lima menit sebelum Botani Umum kemarin memang sendu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Namanya Afif. Sebenarnya tidal penting

Epilog untuk Awal Musim

Nama saya Ummu, sulung dari dua bersaudara. Setahun lalu waktu baru tiba di Bogor saya bingung dengan nama Agronomi dan Hortikultura atau yang disingkat AGH. Setahun lalu juga saya terheran-heran dengan jargon Feed the World miliknya. Tapi dari berita yang beredar (tentunya bukan hoax), semua itu akan jelas pada waktunya. Akhirnya di sinilah saya. Masa pengenalan departemen yang disingkat MPD‚ÄĒmengingat IPB penuh dengan singkatan‚ÄĒmemang bisa disebut ospek. Bedanya ada pada jadwal kegiatan. Ini bentuknya rangkaian yang jika dilihat sekilas di timeline ada satu kata yang melintas cepat: melelahkan.

Sebetulnya ini akan cenderung bersifat curhatan alih-alih cerita pendek. Sebab banyak bagian dari kegiatan ini yang sayang untuk dirasakan sendiri, sayang dibiarkan terlupa. Harus dibagi, diceritakan. Misalnya saja, maaf ya kakak-kakak, ini tentang komdis. Ya, kepanjangannya adalah komisi disiplin. Jika dalam setiap cerita harus ada konflik yang penting fungsinya, begitu juga golongan orang di sini. Komdis membuat hidup kegiatan. Ini pandangan sepihak, sih, jadi siapa saja yang tidak setuju silakan saja.

Cerita lain juga tentang para caretaker. Apa sebutannya di acara ini? Penanggung jawab kelompok dan disingkat menjadi PJK. Kakak asuh, kakak pendamping, dan sederet nama lainnya. Ini posisi yang paling adem dalam kegiatan. Itu karena perannya yang seperti protagonis. Tapi baik tidak sembarang baik karena di posisi ini orang-orangnya akan sibuk. Namanya juga pengasuh, pembimbing, pastilah bertanggung jawab atas gerak-gerik peserta yang dipantau oleh seluruh panitia, khususnya komdis.

Bagian lain dari cerita ini tentunya tentang posisi medis. Medis? Kalau sakit dalam barisan, sebelum acara, kapan saja merasa tidak sehat, hubungi medis. Obat ada di sana termasuk tempat istirahat dari lelahnya berdiri mendengar evaluasi dari komdis yang panjang kali lebar durasinya. Pusing, keseleo, sakit perut, apa saja keluhannya memang dibawa ke medis. Tapi yang tidak bisa disembuhkan adalah penyakit tidak peduli pada sesama. Kalau itu, sih, harus kita sendiri yang membereskan.

Cerita ini juga tentang Reynoso, kelompok kecil seperti keluarga dalam rangkaian Pembinaan Himagron yang seperti sebuah negara dengan peraturan-peraturan yang mengikat siapa saja yang terlibat di dalamnya. Demi lancarnya kehidupan kami berempat belas, dipilih satu ketua. Supaya semangat melangkah, dibuat jargon dan yel-yel. Agar acara yang hampir semuanya dimulai pagi bisa diikuti dengan baik, sarapan seragam selalu kolektif dibeli. Sampai hari ini semuanya bisa dilakukan sesuai peraturan negara karena setiap orang dalam keluarga ini kerja sama.

Sayangnya, sebentar lagi rangkaian acara harus diakhiri bersama satu kegiatan puncak yang dinanti: Lintas Desa. Berat, berat, menantang. Itu kesan yang saya tangkap dari penjelasan sana-sini. Tapi bukan berarti saya takut. Satu dari kakak PJK bahkan bilang bahwa apapun yang terjadi, hidup harus berjalan. Wah, apa saya terlihat begitu takut?

Tidak, tidak ada rasa takut menghadapi Lintas Desa. Ini hanya menegangkan. Karena setelah itu tidak ada lagi rangkaian kegiatan Pembinaan Himagron yang harus diikuti. Itu berarti kami selesai dibina. Dengan kata lain, musim baru akan tiba. Maka untuk menunggu Sabtu saat Lintas Desa dilaksanakan, baiknya sih ada cerita yang ditulis tentang acara dan momen yang sudah tertinggal jauh di belakang.

Daftar Beasiswa di Institut Pertanian Bogor

Awalnya saya bingung mencari informasi beasiswa. Ini tentang setahun lalu waktu menjadi anak baru. Dulu berpikir pasti harus rajin-rajin mencari informasi. Harus update pokoknya.

Akhirnya, saya berpikir harus punya daftar beasiswa lengkap dengan waktu pembukaannya. Dengan itu, persiapan berkas tidak terburu-buru. Setidaknya dengan adanya timeline, persiapan bisa lebih baik. Maka berikut ini nama-nama beasiswanya serta pembukaan pendaftarannya dan perkiraan syarat IPK. Karena ini hanya informasi secara umum, jangan lupa ikuti terus informasi beasiswa yang dituju, ya!

Semoga bermanfaat ūüôā

 

JANUARI

Alumni IPB Peduli Pendidikan¬†¬†¬† | ¬†¬†¬†semester 1-8¬†¬†¬† | –

Cargill Global Scholars Program¬†¬†¬† |¬†¬†¬† semester 4¬†¬†¬† |¬†¬†¬† IPK ‚Č•3.00

Lotte Foundation¬†¬†¬† |¬†¬†¬† semester 4-7¬†¬†¬† |¬†¬†¬† IPK ‚Č•2.80

Tanoto Foundation¬†¬†¬† |¬†¬†¬† semester 1-8¬†¬†¬† |¬†¬†¬† IPK ‚Č•3.00

 

FEBRUARI

Karya Salemba Empat ¬†¬† | ¬†¬† semester 2-8¬†¬†¬† |¬†¬†¬† –

Paragon (prestasi)¬†¬†¬† |¬†¬†¬† semester 4 dan 6¬†¬†¬† |¬†¬†¬† IPK ‚Č•3.30

Paragon (tugas akhir)¬†¬†¬† |¬†¬†¬† semester 8¬†¬†¬† |¬†¬†¬† IPK ‚Č•3.00

 

MARET

Bank Indonesia¬†¬†¬† |¬†¬†¬† semester 4-6¬†¬†¬† |¬†¬†¬† IPK ‚Č•3.50

Genksi Social Fund¬†¬†¬† |¬†¬†¬† semester 2-6¬†¬†¬† |¬†¬†¬† IPK ‚Č•2.75

Pembangunan Jaya¬†¬†¬† |¬†¬†¬† semester 4 dan 6¬†¬†¬† |¬†¬†¬† IPK ‚Č•3.30

Dharma Polimetal¬†¬†¬† |¬†¬†¬† semester 3-8¬†¬†¬† |¬†¬†¬† IPK ‚Č•3.00

Van Deventer-Maas Stichting (VDMS)¬†¬†¬† | ¬†¬† semester 3-8¬†¬†¬† |¬†¬†¬† IPK ‚Č•3.00

 

APRIL

 

MEI

Beasiswa Pemprov Jawa Barat¬†¬†¬† |¬†¬†¬† semester 1-7¬†¬†¬† |¬†¬†¬† –

 

JUNI

 

JULI

Beasiswa Unggulan Nusantara Cerdas¬†¬†¬† |¬†¬†¬† semester 3¬†¬†¬† |¬†¬†¬† IPK ‚Č•3.00

Yayasan Korindo¬†¬†¬† |¬†¬†¬† semester 3-7¬†¬†¬† |¬†¬†¬† IPK ‚Č•3.00

 

AGUSTUS

BCA Finance Peduli¬†¬†¬† |¬†¬†¬† semester 2-8¬†¬†¬† |¬†¬†¬† IPK ‚Č•3.00

Yayasan Marga Pembangunan Jaya¬†¬†¬† |¬†¬†¬† semester 5-7¬†¬†¬† |¬†¬†¬† IPK ‚Č•3.30

Beasiswa Baznas¬†¬†¬† |¬†¬†¬† semester 5-7¬†¬†¬† |¬†¬†¬† IPK ‚Č•3.25

 

SEPTEMBER

Bakti BCA¬†¬†¬† |¬†¬†¬† semester 5¬†¬†¬† |¬†¬†¬† –

Mitsubishi Corporation International Scholarship¬†¬†¬† |¬†¬†¬† semester 3-7¬†¬†¬† | IPK ‚Č•2.75

PT. Indocement Tunggal Prakarsa ¬†¬† |¬†¬†¬† semester 3 ¬†¬† |¬†¬†¬† IPK ‚Č•2.80

Peningkatan Prestasi Akademik (PPA) ¬†¬† |¬†¬†¬† semester 3-8¬†¬†¬† |¬†¬†¬† IPK ‚Č•3.00

Women International Club¬†¬†¬† |¬†¬†¬† semester 6¬†¬†¬† |¬†¬†¬† IPK ‚Č•3.15

Yayasan Toyota Astra¬†¬†¬† |¬†¬†¬† semester 5 dan 7¬†¬†¬† |¬†¬†¬† IPK ‚Č•3.00

 

OKTOBER

Charoen Pokphand¬†¬†¬† |¬†¬†¬† semester 1-7¬†¬†¬† |¬†¬†¬† IPK ‚Č•3.00

Beasiswa Pemprov Jawa Barat ¬†¬†¬† |¬†¬†¬† semester 1-7¬†¬†¬† |¬†¬†¬† –

PT. Bank KEB Indonesia¬†¬†¬† |¬†¬†¬† semester 7-9¬†¬†¬† |¬†¬†¬† IPK ‚Č•3.00

Yayasan Salim¬†¬†¬† |¬†¬†¬† semester 1-7¬†¬†¬† |¬†¬†¬† IPK ‚Č•2.80

 

NOVEMBER

Beasiswa Inisiatif Zakat Indonesia¬†¬†¬† |¬†¬†¬† semester 3 atau 5¬†¬†¬† |¬†¬†¬† IPK ‚Č•2.75

 

DESEMBER

Arga Citra¬†¬†¬† |¬†¬†¬† semester 1¬†¬†¬† |¬†¬†¬† –

Charoen Pokphand¬†¬†¬† |¬†¬†¬† semester 1-7¬†¬†¬† |¬†¬†¬† IPK ‚Č•3.00

Goodwill International¬†¬†¬† |¬†¬†¬† semester 3-5¬†¬†¬† |¬†¬†¬† –

 

 

◊ Catatan ◊

Pelamar beasiswa yang masih semester 1 biasanya menggunakan fotokopi nilai laporan belajar SMA untuk mengganti nilai IPK.

 

Beberapa beasiswa di atas tidak tercantum minimum IPK. Itu bisa karena nilai IPK tidak menjadi syarat atau pihak pemberi beasiswa tidak memberi informasi tentang itu.

 

Sumber:
http://beasiswaipb.blogspot.co.id/
http://www.indbeasiswa.com/2015/11/beasiswa-kuliah-s1-cargill-global-scholars.html

Tentang Malam Itu

Ada waktu dalam hidupmu ketika malam begitu sulit dilalui.

Malam itu akan sangat panjang, sama panjangnya dengan sedihmu yang sedang takut kehilangan. Hewan malam akan menambah rasa, bernyanyi tentang sepi. Jangan lihat langit beserta dalam hitamnya. Cukup pandangi kaca jendela. Di sana, carilah pantulan dirimu. Temukan makna perpisahan, temukan arti jauhnya jarak.

Tapi malam itu juga akan sangat pendek, sama pendeknya dengan kebersamaan yang kau rasakan. Suara embusan napas, dinginnya lantai, dan semua sudut pandang yang kau dapat seperti ingin disimpan, dijaga, dibawa serta. Jangan hanya pandangi jarum jam sebab itu menghabiskan waktumu dengan sia-sia. Cukup tarik napas perlahan dan mensyukuri pertemuan, gembirakan hati dengan kisah-kisah dulu saat perkenalan.

Ada satu dari sekian malam-malammu yang begitu sulit didefinisi. Kau akan menolak tidur, bertahan semalam mengejar kebebasan melalui tulisan. Kau pasti akan mengajak bicara layar kotak di hadapanmu. Berdiskusi tentang kalimat terbaik untuk meluapkan perasaan. Membahas tentang betapa panjangnya malam itu sekaligus resah mengenai malam yang juga terasa pendek.

Jika harus membiarkan mengalir tetes air mata, letakkan di tempat yang benar, di saat yang tepat. Laporkan tentang panjang-pendeknya rasa malam pada pemiliknya. Laporkan tentang beratnya mendefinisikannya.

Ada waktu dalam hidupmu ketika malam begitu sulit dilalui. Mungkin kau tidak butuh penjelasan atas mengapa? tapi hanya kekuatan. Lalu karena kau butuh, maka sebutkan dalam doamu pada Yang Maha Dekat.

Jalan Pulang

Bagi saya, pulang adalah satu kata yang berharga.

Pulang adalah suguhan bagi para pengembara. Seperti apapun keadaan mereka, pulang adalah keniscayaan.

Setiap perjalanan bisa mengubah keadaan, baik lebih cemerlang atau lebih lusuh. Bagi mereka yang merasa lusuh dan hampir jatuh, pulang bukan tanda kalah. Pulang bukan pertanda perjalanan menjadikannya pecundang, pun pengkhianat. Pulang, bagi mereka adalah waktunya mengisi semangat dan mencuci debu yang menutupi jati diri. Pulang juga waktunya napak tilas untuk menguatkan cita-cita. Karena tiap langkah mereka menuju rumah bisa memperbesar bara impian.

Pulang, bagi para pemenang tentu sebuah kebahagiaan. Tampaknya tiada kebahagiaan lebih tinggi dari perjalanan pulang mereka. Tapi tidak boleh ada rasa tinggi hati telah meminang impian. Kepulangan ini justru harus menyebabkan saudaranya memperoleh teladan yang hebat dalam menyulam mimpinya sendiri.

Pada akhirnya, tiap kepulangan kita memiliki makna sendiri. Maka mari menjalani ‚Äėperjalanan pulang‚Äô kita sendiri.