Ujung Liburan

Kemarin pilkada serentak di beberapa daerah. Beberapa hari lalu sebelum pulang ke asrama, running text bilang  libur nasional. Kabar baik, karena dulu pas lihat kalendar gak ada warna merahnya. Kabar baik juga karena jadi tambahan libur untuk yang masih rindu rumah 😀

Pulang? Tidaklah~ Toh gak rindu-rindu amat, hehe (Mak bercanda kok). Baru habis ketemu sama Gefant. Bagaimana liburan? Baik. Banyak belajar. Tapi bukan belajar seperti yang kita pikirkan.

Di ujung liburan, beberapa hari sebelum kembali ke asrama, saya pergi ke tempat bimbel yang dulu. Untuk bimbel lagi, SBMPTN, tapi bukan sayanya.

Sampai di sana, saya tanya harga bimbel. Di tempat yang sama, bentuk yang sama, bahkan bau khas yang tetap sama, cuma beda waktunya. Tau harganya? Naik lebih dari tiga kali lipat. Saya sih maklum, ya, karena ini bukan angkatan pertama yang banyak dan besar promonya, seperti dulu waktu saya di situ. Berpikirlah dia, orang yang sengaja minta diantar ke bimbel itu.

Sebelum pulang, saya tanya dia. Mau di mana?

Kedokteran UNPAD.

Tujuan lama dia. Mimpinya masih sama. Aduh terharuuu.

Bukan satu orang yang membuat akhir liburan saya penuh haru (cie). Semangat mereka sama seperti dulu. Ada yang sekarang lagi kerja sambil latihan soal, ada yang lagi belajar bahasa di Kampung Inggris, ada yang lagi sekolah di Bandung tapi kejar jurusan yang sama di Jakarta.

Apa yang bisa dilakukan? Pinjamkan soal. Maunya temani belajar, terutama orang terakhir itu, yang sekolah di keperawatan Bandung. Mau bantu kerjakan soal, mau temani belajar pola di tes tpa. Tapi masa iya, Bogor-Bandung?

Kirim semangat? Itu yang keren (menurutku sendiri sih). Karena kita berjarak, Kawan. Jadi untuk kalian, teman-teman yang sudah ‘mengajariku’ hal berharga di ujung liburan, semoga semangat terus ada pada kalian.



Kata-Kata

Kaubilang ingin berjuang
agar merdeka memeluk impian
pergilah, abaikan jarak yang terbentang
juga tentang genggaman

Aku baru saja menukarnya
dengan baris-baris kata

Depok, 8-2-2017