Daftar Beasiswa di Institut Pertanian Bogor

Awalnya saya bingung mencari informasi beasiswa. Ini tentang setahun lalu waktu menjadi anak baru. Dulu berpikir pasti harus rajin-rajin mencari informasi. Harus update pokoknya.

Akhirnya, saya berpikir harus punya daftar beasiswa lengkap dengan waktu pembukaannya. Dengan itu, persiapan berkas tidak terburu-buru. Setidaknya dengan adanya timeline, persiapan bisa lebih baik. Maka berikut ini nama-nama beasiswanya serta pembukaan pendaftarannya dan perkiraan syarat IPK. Karena ini hanya informasi secara umum, jangan lupa ikuti terus informasi beasiswa yang dituju, ya!

Semoga bermanfaat 🙂

 

JANUARI

Alumni IPB Peduli Pendidikan    |    semester 1-8    | –

Cargill Global Scholars Program    |    semester 4    |    IPK ≥3.00

Lotte Foundation    |    semester 4-7    |    IPK ≥2.80

Tanoto Foundation    |    semester 1-8    |    IPK ≥3.00

 

FEBRUARI

Karya Salemba Empat    |    semester 2-8    |    –

Paragon (prestasi)    |    semester 4 dan 6    |    IPK ≥3.30

Paragon (tugas akhir)    |    semester 8    |    IPK ≥3.00

 

MARET

Bank Indonesia    |    semester 4-6    |    IPK ≥3.50

Genksi Social Fund    |    semester 2-6    |    IPK ≥2.75

Pembangunan Jaya    |    semester 4 dan 6    |    IPK ≥3.30

Dharma Polimetal    |    semester 3-8    |    IPK ≥3.00

Van Deventer-Maas Stichting (VDMS)    |    semester 3-8    |    IPK ≥3.00

 

APRIL

 

MEI

Beasiswa Pemprov Jawa Barat    |    semester 1-7    |    –

 

JUNI

 

JULI

Beasiswa Unggulan Nusantara Cerdas    |    semester 3    |    IPK ≥3.00

Yayasan Korindo    |    semester 3-7    |    IPK ≥3.00

 

AGUSTUS

BCA Finance Peduli    |    semester 2-8    |    IPK ≥3.00

Yayasan Marga Pembangunan Jaya    |    semester 5-7    |    IPK ≥3.30

Beasiswa Baznas    |    semester 5-7    |    IPK ≥3.25

 

SEPTEMBER

Bakti BCA    |    semester 5    |    –

Peningkatan Prestasi Akademik (PPA)    |    semester 3-8    |    IPK ≥3.00

Women International Club    |    semester 6    |    IPK ≥3.15

Yayasan Toyota Astra    |    semester 5 dan 7    |    IPK ≥3.00

 

OKTOBER

Charoen Pokphand    |    semester 1-7    |    IPK ≥3.00

Beasiswa Pemprov Jawa Barat     |    semester 1-7    |    –

PT. Bank KEB Indonesia    |    semester 7-9    |    IPK ≥3.00

PT. Indocement    | semester 5    |    IPK ≥2.80

Yayasan Salim    |    semester 1-7    |    IPK ≥2.80

 

NOVEMBER

Beasiswa Inisiatif Zakat Indonesia    |    semester 3 atau 5    |    IPK ≥2.75

 

DESEMBER

Arga Citra    |    semester 1    |    –

Charoen Pokphand    |    semester 1-7    |    IPK ≥3.00

Goodwill International    |    semester 3-5    |    –

 

 

◊ Catatan ◊

Pelamar beasiswa yang masih semester 1 biasanya menggunakan fotokopi nilai laporan belajar SMA untuk mengganti nilai IPK.

 

Beberapa beasiswa di atas tidak tercantum minimum IPK. Itu bisa karena nilai IPK tidak menjadi syarat atau pihak pemberi beasiswa tidak memberi informasi tentang itu.

 

Sumber:
http://beasiswaipb.blogspot.co.id/
http://www.indbeasiswa.com/2015/11/beasiswa-kuliah-s1-cargill-global-scholars.html

Jaka Tarub & Dewi Nawang Wulan (Part I)

Have you ever watched a drama? It must be a quite enjoyful experience because we can see the actor directly. May be it’s just my reason, you can find another one. Over all, a drama is lovable art.

Besides watching drama, i like to have a role in drama. I like being another person, hehe. But one day when i was in senior high school, instead of took a role, i said that i will create a script for my team. The problem was the language. Because it was for our English lesson, we have to had it in that. What did i do? Of course i looked for it in a lot of blogs. The second problem was the number of people in my team! How could it match perfectly with the script in those blogs? Finally, i found the way: modify.

I got the script from here. I read it. Then i thought, what kind of problem that i can set to the story? I also thought about adding some role so that everyone in my team can play.

This is it.

♦♦♦

Jaka Tarub & Dewi Nawang Wulan
A Visit to The Earth

 

Once upon a time, there was a young man named Jaka Tarub. Jaka Tarub was a very handsome man. He lived in the middle of the forest with his mother, Randa Dhadapan. There was also a lake named Toyawening Lake.

Meanwhile, far upon the earth, there was the sky emperor, where the fairies lived. That place led by a king. That king had seven beautiful daughters. They usually down to the earth to take a bath.                                     

 

♦ Scene 1 ♦

Ningrum: “Very hot here, my sisters!”

Sekar: “Then let us go to the lake! Swimming!”

Putri: “Hm. I want to sing there.”

Arum: “Yeah! Talk to mother please, Asri!”

Asri: “Okay. Everybody follow me!”

(They give their greeting to The King and The Queen)

Asri: “We are going to ask your permission to go to the lake, Mom. It’s very hot here.”

The Queen: “Do you bring everything you need?”

The Seven Angels: “Yes, Mom!”

The Queen: “Are you sure? Why didn’t I see your powder? Comb? Hair dryer?”

Lintang: “Oh Mom, can’t you remember we are a fairy? We have this magic from you, Mom.”

The Queen: “Oh I see. Sorry for that. You have a duty to look after Nawang Wulan because this is the first time for she to go to the lake. Okay gals, you can go!”

(The seven angels cheer, then say bye!)

 

♦ Scene 2 ♦

(They arrive at the lake)

Asri: “Okay, everyone follows the rules! No fishing, no crying here, no eat. Go put your shawl on that rock, and enjoy!”

Wulan: “Wow I will enjoy this!”

(They talk and laugh each other, play joyfully)

 

In the same time around the lake, there was Jaka Tarub. He was tired of chasing the prey. When almost at the lake, Jaka Tarub stopped his footsteps. He heard the sound of the girls who were laughing.

Jaka: “Maybe it was just my imagination.” (He moves toward the lake slowly) “Hei, but the sound very clear to me.”
(Jaka is surprised)
“Oh my God, am I dreaming? I found seven beautiful girl here! Oh I hope one of them will be mine. Hmm… wait! What is that?” (He steals a yellow shawl) “After this, one of them couldn’t go to Kayangan, then she will be my wife! Yeah!”

(A few moments later)

Asri: “My sisters, I think we must go home now!”

Sekar: “But it’s too fast!”

Arum: “Yeah! I love to play here! I feel at home.”Ningrum : “Yeah! Me too!”

Asri: “Mother said that we must stay home before twilight, and she would be very worried about Wulan.”

Lintang: “Yeah, she loves her more than she love us!”

Putri: “If it were true, i would want to be like her.”

(Then, they are get ready)

Wulan: “Sister, wait me a minute, please!”

Sekar: “What are we waiting for?”

Wulan: “My shawl! I placed it here before we take a bath.” (Looking for something)

Lintang: “Huh, you waste our time. Come on every one, let’s go home!”

Wulan: “Wait, i lost my shawl.”

Asri: “Don’t lie!”

Wulan: “I’m sure it placed somewhere. I’m not lying.”

Putri: “Asri, we’re going to help her to find it, aren’t we?”

Wulan: “I put it here, besides Ningrum shawl.”

Ningrum: “Don’t give me that look! I didn’t see yours.”

Arum: “Then how can she come back? We must help her, Putri.”

 

When everyone was busy to look for the shawl, one of the fairy realised that the sky getting dark.

 

[to be continued]
Jaka Tarub and Dewi Nawang Wulan: A New Home

 


And the source is…
https://englishmotivator.wordpress.com/2011/02/12/text-of-english-drama/

Di Gedung Kita

Wajahmu cerah saat menyapaku di pintu
Kaubilang ini hari istimewa kita
Kaubilang sudah berdandan yang hebat
Kau ciptakan potret terbaik, bersamaku

Kata orang ini wisuda
Pelepasan siswa, begitu kata mereka
Batas akhir sebuah kebersamaan
Putih abu-abu yang penuh kenangan

Apakah sebuah prosesi 240 menit cukup bagi kita
Sebagai pemuas rindu, pengganti semua waktu yang hilang?
Bahkan jika itu sehari semalam lamanya
Adakah hal hebat yang bisa kita tempuh?

Kata orang ini wisuda
Pelepasan siswa, begitu kata mereka
Perpisahan adalah hal yang nyata
Meski seerat-eratnya genggaman kita

Acara ini usai, dan
Ratusan foto sudah diabadikan
Anak dan orangtua pulang bergandengan

Pada gedung yang sudah ditinggalkan kini,
Kursi-kursi yang disusun rapi,
Lantai yang kembali bersih tapi sepi,
Panggung yang tinggal sendiri,
Pendingin ruangan yang menebar sunyi,
Aku melambaikan tangan
Bayangmu bersama 29 lainnya juga melambaikan tangan

Jalanku bisa jadi sepi
Dan bahumu, jauh untuk diraih
Tapi sampai nanti, jangan pergi dari hati
Tiga tahun kita hebat dan kaulah pelangi

 

24-04-2016
Setelah acara pelepasan siswa MAN 7 Jakarta

Mataku Melihatnya

 

Sinar putih kekuningan sang mentari sudah tiba di jendela kamar. Suara kesibukan terdengar di sudut-sudut gedung ini. Satu jam lagi kuliah pagi dimulai. Aku bergegas meraih kacamata, memperbaiki posisinya di pangkal hidung. Tidak lama kemudian menyapa satpam di pintu depan lalu duduk menunggu di sofa panjang sambil menikmati sarapan.

ooo

 

Jam tangan kulit yang mengkilat. Keren kau ya!

            Sekelompok orang yang duduk melingkar sedang bercakap-cakap. Suara tawanya terdengar dari sini, delapan meter jaraknya. Sepertinya salah satu di antara mereka telah membeli barang itu dari toko online. Diskon akhir tahun. Sama seperti beberapa orang yang berlalu-lalang tadi. Pergelangan tangan yang mengkilat diterpa cahaya matahari.

Wih, keren juga gaya hijabnya!

            Aku mengarahkan pandangan pada tiga orang gadis yang baru saja melewatiku. Dengan motifnya yang unik ditambah modelnya yang tidak biasa, salah satu di antara mereka tampak cerah. Mereka berjalan menuju pintu samping. Tiga orang yang berpakaian senada dengan orang itu berdiri menunggu. Berbincang sebentar lalu keenamnya berbaris acak dan memberi senyum indah. Mungkin ada lima foto dengan bermacam gaya.

Sepatu baru! Kenalan dong!

            Sepasang manusia berbincang ringan dari arah kiriku. Yang laki-laki berusaha menginjak kaki kiri orang disebelahnya—seakan berkenalan—dengan usilnya. Yang berusaha diinjak justru berhenti, cemberut. Entahlah itu tanda jengkel atau merajuk.

“Heee, pagi-pagi bengong aja!” Alfa duduk di sebelahku sambil menepuk bahu.

Aku menoleh padanya.

“Coba itu makanan diperhatiin. Ada lalatnya tuh.”

Aku diam.

“Dan ini… coba dilepas. Biar gak kebanyakan liatin orang. Punya orang diperhatiin, tapi roti sendiri dibiarin berlalat. Iuh.” Alfa menarik lepas kacamataku.

“Eh, apaan sih. Mau kuliah nih.” Kacamata di genggamannya berusaha kuraih.

“Rabun jauh itu bagus buatmu, deh, Mar,” Ia berdiri menarik tanganku, “biar gak fokus sama kelebihan orang dan sadar dengan apa yang kamu punya.”

Aku meraih tasku.

“Jangan lupa buang rotimu, tuh. Dilalatin.”

 

Aku senang melukismu
dengan cerita masa lalu
berharap dengan membacanya lagi dan lagi
kau di sini
lalu kita kembali

 

p.s.
rasanya mau balik ke asramaaa

Tentang Malam Itu

Ada waktu dalam hidupmu ketika malam begitu sulit dilalui.

Malam itu akan sangat panjang, sama panjangnya dengan sedihmu yang sedang takut kehilangan. Hewan malam akan menambah rasa, bernyanyi tentang sepi. Jangan lihat langit beserta dalam hitamnya. Cukup pandangi kaca jendela. Di sana, carilah pantulan dirimu. Temukan makna perpisahan, temukan arti jauhnya jarak.

Tapi malam itu juga akan sangat pendek, sama pendeknya dengan kebersamaan yang kau rasakan. Suara embusan napas, dinginnya lantai, dan semua sudut pandang yang kau dapat seperti ingin disimpan, dijaga, dibawa serta. Jangan hanya pandangi jarum jam sebab itu menghabiskan waktumu dengan sia-sia. Cukup tarik napas perlahan dan mensyukuri pertemuan, gembirakan hati dengan kisah-kisah dulu saat perkenalan.

Ada satu dari sekian malam-malammu yang begitu sulit didefinisi. Kau akan menolak tidur, bertahan semalam mengejar kebebasan melalui tulisan. Kau pasti akan mengajak bicara layar kotak di hadapanmu. Berdiskusi tentang kalimat terbaik untuk meluapkan perasaan. Membahas tentang betapa panjangnya malam itu sekaligus resah mengenai malam yang juga terasa pendek.

Jika harus membiarkan mengalir tetes air mata, letakkan di tempat yang benar, di saat yang tepat. Laporkan tentang panjang-pendeknya rasa malam pada pemiliknya. Laporkan tentang beratnya mendefinisikannya.

Ada waktu dalam hidupmu ketika malam begitu sulit dilalui. Mungkin kau tidak butuh penjelasan atas mengapa? tapi hanya kekuatan. Lalu karena kau butuh, maka sebutkan dalam doamu pada Yang Maha Dekat.